Potensi Alam Desa Napo Laok

0 Comments

Berdasarkan Letak Geografis Desa Napo Laok memiliki kekayaan Sumber Daya Alam Melimpah dan peluang prospek pemanfaatan potensi yang  besar. Potensi Sumber Daya Alam Desa Napo Laok yaitu sektor peternakan dan pertanian.       

Peternakan

Sektor Peternakan di Desa Napo Laok mayoritas warga memelihara hewan ternak seperti sapi, kambing, dan ayam. Hasil hewan ternak tersebut dapat diperjualbelikan secara hidup dan dalam bentuk daging yang siap diolah atau dikonsumsi.

Prospek usaha perternakan di desa napo laok memiliki prospek yang baik, harga yang ditawarkan cukup memberikan keuntungan kepada peternak sebab biaya produksi pada usaha peternakan di desa itu cenderung relatif lebih rendah. Dalam memulai peternakan di desa khususnya desa Napo Laok dalam pembuatan kandang membutuhkan biaya yang lebih murah karena mayoritas kandang terbuat dari bilik yang mana itu bahan yang digunakan mudah didapatkan dan untuk pakan ternakanya itu sendiri juga mudah untuk didapatkan sebab rumput dan jerami banyak di temukan disekitar desa.

Selain untuk diperjualbelikan dan konsumsi hewan ternak contoh seperti sapi itu dimanfaatkan tenaganya oleh para petani untuk membajak sawah dan ladang sehingga hewan ternak tersebut dapat membantu para petani dalam mengelolah ladang dan sawah. Di desa Napo Laok sendiri masih banyak memanfaatkan tenaga sapi dalam mengelola lahan pertanian karena untuk tenaga mesin sendiri masih jarang.

Pertanian

            Sektor Pertanian menjadi salah satu komoditas unggulan yang ada di Desa Napo Laok.

a. Padi

Sektor pertanian pada desa Napo Laok bergantung pada iklim yang terjadi. Daerah desa Napo Laok merupakan desa di bagian perbukitan yang dicocok ditanami padi.

Tanaman padi merupakan tanaman pangan utama di Indonesia. Desa Napo Laok memiliki suhu yang sesuai bagi tanaman padi yaitu pada suhu 230C keatas. Budidaya padi sawah terdiri dari beberapa tahap yaitu pengolahan lahan, penyemaian, penanaman, pemeliharaan tanaman (pemupukan, penyiangan dan pengendalian hama serta penyakit) dan pemanenan. Sistem tanam di Desa Napo Laok menggunakan tradisional.

b. Tembakau

Desa Napo Laok dikenal juga dalam sektor pertanian memiliki potensi tanam tembakau. Tanaman tembakau merupakan tanaman beriklim Tropis yang berasal dari benua Amerika. Awalnya tanaman tembakau merupakan tanaman hias dan tanaman obat-obatan yang ditanam di Eropa, barulah pada tahun 1552 di Spanyol berkembang dan dimanfaatkan sebagai cerutu. Tembakau di Desa Napo Laok dimanfaatkan sebagai industri bahan baku rokok dan cerutu serta bahan baku pestisida.

c. Ubi

Ubi jalar menjadi salah satu jenis tanaman yang bisa tumbuh optimal di Desa Napo Laok. Budidaya ubi jalar cocok dilakukan di daerah tropis yang panas dan lembab. Suhu ideal bagi tanaman ini adalah 21 – 270C dengan curah hujan 750 – 1500 mm per tahun.  Budidaya ubi jalar memerlukan penyinaran matahari sekitar 11 – 12 jam sehari.  Di Indonesia budidaya ubi jalar mencapai produktivitas yang paling optimal bila ditanam di dataran rendah hingga ketinggian 500 meter dari permukaan laut. Namun tanaman ini masih bisa tumbuh dengan baik pada ketinggian 1.000 meter, hanya saja jangka waktu tanam hingga panen menjadi lebih panjang.

d. Singkong

Singkong menjadi salah satu tanaman yang tumbuh optimal di desa napo laok. Singkong termasuk ke dalam famili Euphorbiaceae dengan nama latin Manihot esculenta Crantz. Tanaman singkong sering dijadikan makanan pokok karena mengandung karbohidrat yang tinggi, selain itu tanaman ini juga mengandung vitamin dan juga mineral. Singkong memiliki batang berbentuk bulat dan berbuku-buku, tanaman singkong menghasilkan umbi berwarna coklat, daun singkon berbentuk menjari dan lonjong.

e. Jagung

Terdapat juga sektor pertanian berupa jagung yang dilakukan di lahan-lahan pribadi milik warga. Tamanan jagung merupakan tanaman pangan penting dari serealia selain gandum dan padi. Seiring berjalannya waktu, pertanian jagung semakin meningkat di berbagai daerah yang salah satunya juga Madura. Tanaman jagung dapat dijadikan sebagai alternatif penghasil sumber energi memiliki kandungan karbohidrat tinggi bagi manusia. Tanaman jagung bernilai gizi tinggi sebagai tanaman pokok untuk dikonsumsi. Pada pengolahan hasil panen dari tanaman jagung sendiri banyak dilakukan dengan menjual hasil panen kepada pengepul pengolahan jagung maupun diperjual belikan secara mandiri. Kegiatan pertanian di desa Napo Laok mengintegrasikan dengan kegiatan peternakan yang saling menguntungkan. Dari segi pertanian diuntungkan dengan pemanfaatan kotoran ternak yang dijadikan pupuk kompos untuk tanaman sekaligus memperbaiki kualitas dan kesuburan tanah. Sedangkan pada sektor peternakan diuntungkan dengan pemanfaatan limbah dari pertanian yang dapat dijadikan sebagai pakan ternak.

f. Kelapa

Sektor pertanian pada desa Napo Laok bergantung pada iklim yang terjadi. Desa Napo Laok merupakan desa yang paling cocok ditanami dengan pohon kelapa. Di Indonesia merupakan negara yang meiliki lahan tanaman terbesar di dunia dengan luas area 3,88 juta hektar, yang memroduksi 3,2 juta ton setara korpra. Permintaan produk-produk berbahan kelapa masih terus meningkat baik untuk ekspor maupun pasar dalam negeri. Tanaman kelapa merupakan tanaman yang dapat dimanfaatkan di semua bagian tamananya. Pemanfaatan kelapa di Desa Napo Laok masih belum dimanfaatkan secara maksimal. Namun mayoritas warga desa memanfaatkan sabut kelapa sebagai bahan dasar pembuatan sapu yang dibuat untuk rumah masing-masing.

0 komentar: