Sama halnya dengan mengajar TK di Yayasan
Bustanul Mubtadin, kami juga berusaha memberikan ilmu kami kepada meraka yang
bersekolah di tingkat dasar. Kami mulai mengajar anak-anak SD Yayasan Bustanul
Mubtadin pada hari ketiga dan keempat. Kami mengajarkan mereka tentang membaca,
menulis, dan berhitung, serta melanjutkan materi pembelajaran yang sudah
diberikan oleh guru kelas mereka.
.jpeg)
Sayangnya kualitas pendidikan Sekolah Dasar di
Yayasan Bustanul Mubtadin ini dapat dikatakan masih rendah. Kami turut prihatin
dengan kondisi kelas yang kurang terawat dan jumlah siswa yang masih sedikit.
Tidak hanya itu, kemampuan belajar dari siswa maupun siswi di Yayasan ini dapat
dikatakan masih rendah. Contohnya masih ada siswa maupun siswi yang masih belum
lancar membaca dan berhitung, padahal seharusnya sudah waktunya mereka untuk
bisa melakukan hal yang lebih dari itu. Selain dari siswa dan siswinya, para
guru di yayasan tersebut juga minim. Sebagian besar guru di yayasan tersebut
bertempat tinggal di Sampang kota yang tentunya jauh dari yayasan. Hal itu
menyebabkan seringnya guru tidak bisa mengajar para murid di yayasan tersebut.
Mengajar TK di Yayasan Bustanul Mubtadin dipilih
oleh kami untuk menjadi program kerja dari kelompok KKN-T 46. Disini kami
berusaha memberikan ilmu yang kami miliki untuk adik-adik Yayasan Bustanul
Mubtadin desa Napo Laok, Kec. Omben, Kab. Sampang. Hari pertama mengajar kami
mengenalkan beberapa nama-nama hewan melalui media pembelajaran yang sudah kami
sediakan.
Media
pembelajaran yang kami gunakan ialah berupa aplikasi game hewan sederhana.
Dengan game ini adik-adik bisa menebak hewan, mengeja huruf nama hewan dan
mengenal suara hewan. Selain memperkenalkan nama-nama hewan, kami juga
mengajarkan suara dan makanan hewan melalui media pembelajaran berupa sambung
gambar. Respon adik-adik sangat antusias ketika kami mengenalkan nama-nama
hewan kepada mereka.
Hari kedua
kami mengajarkan mereka cara melipat dengan media pembelajaran kertas lipat
atau origami. Kami mengarahkan dan memberikan contoh kepada mereka untuk
membuat hewan ikan dari kertas origami, kemudian mereka mengikuti. Mereka
sangat bahagia dan antusias dengan pembelajaran yang kami berikan. Tidak hanya
belajar melipat dari kertas lipat, kami beserta adik-adik juga melakukan senam
sehat dan bermain bersama.
Go green menjadi program kerja yang kami pilih oleh
kelompok KKN-T 46. Kegiatan ini kami lakukan dengan menanam beberapa tanaman.
Tidak hanya menanam, kami juga memanfaatkan botol-botol bekas untuk dijadikan
sebuah pot. Botol bekas tersebut tersebut kami cat dengan berbagi warna yang
berbeda-beda. Tidak hanya memanfaatkan botol bekas, kami juga menggunakan ban
bekas sebagai pot. Tujuan kami melakukan go green ini, agar desa Napo Laok
tetap mempertahankan kelestarian lingkungan sekitar. Mengingat Desa Napo Laok
ini pernah memenangkan lomba PHBS tingkat Provinsi, jadi program kerja ini
cukup penting untuk tetap menjaga kelestarian alam sekitar. Tidak hanya itu, kegiatan
go green ini juga memberikan manfaat seperti menjadikan bumi ini lebih indah,
bersih, sehat, dan hijau serta juga mengurangi dampak Global Warming.
Hari Jumat adalah hari yang paling utama dan berkah
dibandingkan dengan hari-hari yang lain. Pada hari Jumat Rasulullah
menganjurkan umatnya untuk memperbanyak amalan, termasuk sedekah. Oleh karena
itu, jumat berkah menjadi program kerja yang dipilih oleh kami kelompok KKN-T
46. Untuk jumat berkah ini kami menyediakan makanan dan minuman ringan di
masjid dekat tempat kami tinggal sementara.
Dengan adanya kegiatan jumat berkah ini kami
berharap dapat memotivasi warga setempat untuk meningkatkan kepedulian kepada
sesama dengan menyisihkan sedikit rejekinya untuk bersedekah. Kami juga
berharap kegiatan jumat berkah terus berlangsung meskipun nantinya KKN-T kami
telah usai.
Minggu sehat merupakan kegiatan santai bersama
masyarakat desa Napo Laok. Minggu sehat ini kami pilih sebagai program kerja
dari kelompok KKN-T 46, agar bisa membangun hubungan baik antara kami dan warga
setempat. Minggu sehat ini kami isi dengan senam pagi yang dimulai dari jam 7
pagi sampai jam 8 pagi, selanjutnya kami isi dengan bermain bersama dengan
anak-anak warga setempat. Kegiatan minggu sehat ini mendapatkan respon yang
cukup baik dari warga setempat.
Selain itu kelompok kami juga mengadakan outbound pada minggu ketiga. kami mengadakan banyak lomba di antaranya yaitu lomba kelereng joget, estafet sarung, bola air, dan juga estafet tepung. kami juga menyediakan hadiah untuk pemenang lomba dari juara 1 sampai juara 3, tidak hanya itu kami juga menyediakan hadiah dan juga konsumsi bagi para partisipan lomba. Kegiatan outbound ini mendapatkan antusias yang sangat besar dari masyarakat desa. tidak hanya anak-anak, ibu-ibu juga antusias untuk melihat kegiatan ini. Kami harap dengan adanya kegiatan outbond ini bisa memberi kesan hangat kepada masyarakat Desa Napo Laok.
Di desa Napo Laok terdapat tiga potensi lokal
diantaranya “Pemakaman Syekh Abdul Jabbar, Museum Trunojoyo, dan Sumber Air”.
Tiga potensi lokal tersebut masih kurang dikenal oleh masyarakat luar khususnya
Kab. Sampang sendiri. Maka dari itu kami kelompok KKN-T 46 melakukan program
kerja berupa branding potensi lokal dengan cara pengenalan tiga wisata di desa
Napo Laok kepada masyarakat melalui media sosial seperti instagram, facebook,
dan you tube.
Tidak hanya itu saja,
kami juga melakukan penyebaran brosur wisata adat dan budaya di desa Napo Laok.
Kami berharap dengan adanya kegiatan branding ini masyarakat luar khususnya
Kab. Sampang bisa lebih mengenal wisata yang ada di desa Napo Laok Kec. Omben,
Kab. Sampang.
Di era sekarang semua aktivitas serba digital atau
online, tidak terkecuali berbisnis. Dalam suatu bisnis, kegiatan promosi sangat
dibutuhkan untuk mengembangkan bisnisnya. Social media sangat cocok untuk
promosi suatu bisnis. Faktanya hamper semua orang di dunia memiliki social
media dan juga akif di setiap harinya. Media social merupakan salah satu metode
digital marketing hemat biaya yang dapat digunakan untuk meningkatkan
popularitas potensi lokal yang ada di Desa Napo Laok.
Di desa Napo Laok terdapat tiga potensi lokal
diantaranya “Pemakaman Syekh Abdul Jabbar, Museum Trunojoyo, dan Sumber Air”.
Tiga potensi lokal tersebut masih kurang dikenal oleh masyarakat luar khususnya
Kab. Sampang sendiri. Maka dari itu kami kelompok KKN-T 46 melakukan program
kerja berupa sosialisasi pentingnya digital marketing melalui media social agar
siswa-siswi disini turut serta mempromosikan potensi lokal.
.jpeg)
Seperti yang kita ketahui, Microsoft Word adalah
sebuah software yang umum digunakan dalam kegiatan sehari-hari terutama pada
suatu pekerjaan. Tidak hanya pegawai kantor, Microsoft Word juga digunakan oleh
hampir semua kalangan dan semua pekerjaan seperti guru, dosen, dll. Selain itu
Microsoft Word juga menjadi suatu software yang harus bisa dikuasai oleh semua
orang. Bahkan pembelajaran Microsoft Word ini sudah banyak diterapkan di
sekolah dasar sampai sekolah menengah atas. Kegiatan sosialisasi Microsoft Word
ini kami lakukan untuk memperkenalkan aplikasi Microsoft Word kepada siswa MTS
Yayasan Bustanul Mubtadin. Kegiatan ini memberikan manfaat kepada para siswa
MTS yang latar belakangnya belum mengenal apa itu aplikasi Microsoft Word dan
bagaimana kegunaannya. Adanya sosialisasi ini diharapkan agar para siswa MTS
dapat mengetahui pentingnya penggunaan Microsoft Word di dunia kerja nanti. Sosialisasi
ini diterima dengan baik oleh pihak sekolah dan para siswa. Para siswa sangat
antusias untuk belajar bagaimana cara membuat dokumen, menulis, dan menyimpan
sebuah dokumen. Kami senang karena sosialisasi ini sangat bermanfaat bagi para
siswa di MTS Yayasan Bustanul Mubtadin. Kami harap dengan adanya sosialisasi
Microsoft Word ini para siswa dapat belajar lebih lanjut tentang Microsoft Word
baik di rumha maupun di sekolah.
Kedatangan Tim KKN-T (Kuliah Kerja Nyata- Tematik) 46 Universitas Trunojoyo Madura (UTM) yang ditempatkan di Desa Napo Laok, Kecamatan Omben, Kabupaten Sampang disambut hangat oleh perangkat desa setempat. Sebelum memulai kegiatan KKN, terlebih dulu tim KKN, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) beserta sejumlah perangkat desa melaksanakan pembukaan kegiatan KKN di balai Desa Napo Laok, Senin (26 Desember 2022).
Kegiatan pembukaan KKN ini dimulai pukul 11.00 pagi sampai selesai. Adapun prangkat desa yang turut hadir sebagai undangan, antara lain, kepala desa dan sekertaris desa, Bendahara desa dan Pendamping desa. Tujuan hadirnya perangkat Desa dalam acara pembukaan ini guna memberikan masukan dan gambaran terkait Desa Napo Laok, Tanggulangin sebelum Mahasiswa KKN menjalankan program kegiatan yang sudah direncanakan untuk direalisasikan kepada masyarakat desa.
Pada kegiatan KKN ini KKN-T 46 memiliki tema membantu masyarakat dengan tema “Optimalisasi Potensi Lokal Menuju Kemandirian Desa”. Tema ini diusung berdasarkan Observasi terhadap kondisi desa pada saat ini. “Teman-teman KKN-T 46 harus melihat kondisi yang ada di desa dan mengembangkannya sebagai wujud pengabdian mahasiswa kepada masyarakat khususnya di desa Napo Laok.”
Abdul Basid, Sebagai Kepala Desa Desa Napo Laok turut menyambut baik adanya program KKN ini yang akan dilaksanakan sebulan kedepan. Selain itu, beliau menambahkan semoga Tim KKN-T 46 dapat nyaman selama berada di desa Napo Laok. Kemudian dilanjutkan secara simbolis beliau membuka kegiatan KKN-T kelompok 46 desa Napo Laok. Tim KKN-T 46 berharap sambutan hangat ini menjadi awal yang baik untuk kegiatan KKN desa Napo Laok.